Sebelum menikah, seseorang berandai-andai bagaimana rasanya menjalani
kehidupan pernikahan dengan orang yang dicintai. Namun banyak pula yang merasa
takut akan perubahan besar yang terjadi setelah mereka menikah.
Membina rumah tangga bukan perkara mudah bagi setiap orang, apalagi bagi
mereka yang baru pertama kali menjalani mahligai perkawinan. Pernikahan bukan
hanya sekedar perubahan status dari yang semula single menjadi married.
Pernikahan menjadi sebuah tahapan dalam kehidupan dimana seseorang akan
mengalami perubahan dari banyak segi kehidupan. Banyak kebebasan dan kesenangan
pribadi yang pada akhirnya harus dikorbankan. Namun semua itu terbayarkan oleh
sebuah pengalaman pernikahan yang luar biasa.
Berikut adalah realita kehidupan yang terjadi setelah Anda menikah.
Berat Badan Berubah, Bisa Lebih Kurus atau Lebih Gemuk
Perubahan berat badan menjadi lebih gemuk setelah menikah sering terjadi
pada seseorang, terutama wanita. Faktor utama adalah kesibukan rumah tangga
yang pada akhirnya membuat wanita lupa untuk menjaga berat badan idealnya.
Mengurus suami dan anak bukanlah hal mudah dan dapat menguras waktu. Pada
akhirnya wanita lupa untuk merawat dirinya. Tak sama seperti dulu ketika masih
lajang, seolah olah diet dan olahraga adalah fokus utama untuk tampil cantik.
Namun adapula yang justru berkurang berat badannya. Bertambah kurus bukan
berarti stres dan tidak bahagia. Kesibukan berumah tangga yang begitu banyak
dipadukan dengan pekerjaan sehari hari yang menumpuk bisa membuat orang lebih
terkuras energinya. Tubuh yang semakin lelah dan kurus pun tak terhindarkan.
Namun yang terpenting adalah untuk tetap menjaga kesehatan. Perubahan berat
badan bukanlah masalah asalkan Anda tetap menjaga kesehatan Anda.
Pola Pikir Menjadi Lebih Berkembang
Sebelum menikah pemikiran seseorang lebih terfokus pada diri sendiri. Otak
lebih fokus pada karir, pekerjaan, serta self-improvement. Tanggung jawab pun
lebih terhadap diri sendiri dan bukan orang lain. Namun setelah menikah,
terjadi perubahan pola pemikiran. Segala keputusan yang Anda perbuat akan
melibatkan kepentingan pasangan dan anak-anak Anda. Sehingga pada akhirnya
masalah-masalah pun ditangani dengan melibatkan pemikiran pasangan, baik itu
tentang pekerjaan, hobi, minta, hingga pertemanan. Anda tak lagi dapat menyebut
“saya” melainkan “kita”.
Pengelolaan Keuangan Jadi Lebih Matang
Uang menjadi hal penting yang harus dikelola bersama pasangan. Anda tak
bisa lagi menghabiskan uang untuk kepentingan pribadi Anda. Prioritas keuangan
Anda adalah untuk keluarga, baik itu untuk membeli rumah atau membayar sekolah
anak. Anda dan pasangan pun cenderung akan lebih banyak menabung untuk
kepentingan masa depan.
Namun Anda juga harus hati hati karena uang adalah masalah yang sangat
sensitif antara suami istri. Anda harus mendiskusikan pengelolaan keuangan
dengan baik dan bijaksana. Menikah bukan berarti Anda akan bertambah kaya atau
bertambah miskin. Menikah berarti Anda dan pasangan siap bertanggung jawab akan
masa depan.
Peran dalam Hidup Semakin Terfokus
Apakah peran hidup Anda? Sebelum menikah, Anda lebih terfokus pada peran
Anda sebagai anak, ataupun peran Anda dalam karir. Setelah menikah, peran Anda
pun bertambah, entah itu sebagai suami, istri, maupun orang tua. Peran dalam
rumah tangga akan sangat berpengaruh pada kehidupan Anda. Untuk memenuhi peran
Anda secara maksimal, Anda harus berusaha lebih keras dari sebelumnya. Misalkan
fokus menjalani peran suami dengan usaha terbaik untuk menjadi tulang punggung
keluarga. Fokus menjalani peran istri dengan usaha terbaik untuk merawat dan
membahagiakan suami. Apalagi dalam menjalani peran sebagai orang tua, tanggung
jawab yang ditanggung pun makin berat dalam hal mengasuh anak. Namun peran
dalam keluarga ini justru dapat membuat kualitas hidup Anda menjadi lebih bermakna.
Waktu Kebersamaan dengan Teman/Sahabat Berkurang
Sewaktu single, nongkrong bersama sahabat sudah menjadi kebiasaan rutin
yang tak terlewatkan. Dulu Anda pun bebas menentukan kapan dan dimana Anda
ingin berkumpul dengan teman-teman Anda. Namun setelah menikah, kegiatan ini
terpaksa harus banyak Anda tinggalkan. Alasan paling umum biasanya adalah untuk
menghindari konflik dengan pasangan. Selain itu kesibukan berumah tangga juga
membuat Anda seringkali tak bisa mengikuti acara nongkrong bersama sahabat.
Pasangan yang baik akan memberi kebebasan yang dilandasi tanggung jawab
dibandingkan memberi larangan dan mengekang. Kegiatan nongkrong bisa tetap Anda
jalani asalkan Anda dan pasangan dapat mengkomunikasikan kepentingan masing
masing secara baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar